Metode Assessment Center Untuk Pengisian Jabatan ASN

Manajemen ASN merupakan proses pengelolaan ASN yang menerapkan prinsip Sistem Merit yang menjadi dasar acuan pengelolaan yang tepat sasaran demi terwujudnya pemerintahan Negara yang efektif, efisien, terbuka, netral dan bebas dari intevensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat. Agar Sistem Merit dapat diterapkan serta berjalan secara efektif, perlu adanya identifikasi profil pegawai yang meliputi potensi dan kompetensi pegawai sebagai dasar penempatan pegawai dalam jabatan, penyusunan rencana pengembangan karier dan kompetensi pegawai. Untuk dapat melakukan identifikasi profil pegawai dengan baik, perlu dilakukan penilaian potensi dan kompetensi pegawai yang dapat dilakukan salah satunya melalui metode Assessment Center.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS Pasal 107 menyebutkan bahwa Kompetensi yang sesuai dengan standar kompetensi jabatan menjadi salah satu syarat jabatan untuk menduduki suatu jabatan. Assessment Center ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri PANRB No. 38/2017 tentang Standar Kompetisi Jabatan ASN dan Perka BKN No. 23 Tahun 2011 tentang Pedoman Penilaian Kompetensi Pegawai. Dalam Perka BKN Nomor 26 Tahun 2019 tentang Pembinaan Penyelenggara Penilaian Kompetensi Pegawai Negeri Sipil menjelaskan Metode Assessment Center adalah metode terstandar yang dilakukan untuk mengukur kompetensi dan prediksi keberhasilan pegawai dalam suatu jabatan dengan menggunakan beberapa alat ukur atau simulasi berdasarkan kompetensi jabatan dan dilakukan oleh beberapa orang Assessor.

Pelaksanaan Assessment dilakukan secara adil dan tanpa diksriminatif baik dari latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur ataupun kondisi kecacatan. Hal tersebut dilakukan secara terbuka dan kompetitif dengan memperhatikan syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan latihan, rekam jejak jabatan dan integritas serta persyaratan lain yang sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan guna memperoleh penempatan “The Right Man On The Right Place” akan menunjang efektivitas kinerja organsisasi sehingga bisa mencapai taget yang di tentukan.

Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Buol memiliki salah satu fungsi sebagai pengelola Manajemen ASN yang ada di lingkungan pemerintah Kabupaten Buol. Ruang lingkup pengelolaan ini mencakup Pengadaan, Penetapan, Pengembangan, Perpindahan serta Pemberhentian pegawai. Salah satu hal yang menjadi tumpuan suatu kualitas pemerintahan adalah Kompetensi yang dimiliki oleh pegawai itu sendiri. Untuk mengetahui potensi dan kompetensi yang dimiliki oleh setiap pegawai perlu di jalankannya salah satu fungsi Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM yaitu melaksanakan uji kompetensi dengan menggunakan metode Assesment Center dan bekerja sama dengan UPT Penilaian Kompetensi Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Tengah.

Link Video Lihat Disini

Link Pamflet Klik Disini

Link Buku Saku Digital Lihat Disini

Unduh Buku Saku Digital Klik Disni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *